Pada saat ini penyebaran Virus baru dari Wuhan China sudah mencapai lebih dari puluhan negara didunia seperti Jepang, Korea, Thailand, USA, Canada, Perancis, Australia, Taiwan, Nepal, Hong Kong, Singapura, Malaysia dan bahkan diduga sudah memasuki beberapa kota di Indonesia.

Kekawatiran WHO bahwa virus ini akan menjadi epidemic dunia bukanlah isapan jempol belaka, karena virus ini belum ditemukan obatnya. Bahkan diduga virus ini telah bermutasi dan telah mampu untuk menyebar secara manusia ke manusia secara langsung.

Perlu kita ketahui beberpa faktor penyebab kenapa banyak jenis virus baru yang bemula dari China ataupun Afrika, seperti virus H5N1, atau lebih dikenal dengan nama flu burung juga muncul di China pada 1997. Pertama kali terdeteksi pada angsa di China dan bermutasi ke manusia dari unggas yang terinfeksi. Menurut beberapa ahli kesehatan dunia, pola hidup di China yang gemar mengkonsumsi daging yang tidak lazim dikonsumsi manusia dan longgarnya pengawasan dari dinas terkait, didukung jumlah penduduk yang sangat besar, menjadikan China sebagai ground zero beberapa virus baru yang sangat berbahaya.

Bahkan sebelum ramai ditemukannya Virus Corona ini, China pernah digegerkan oleh SARS pada 2003-2004. Saat itu epidemi SARS disebabkan oleh kebiasaan orang China memakan musang. Saat ini kuat dugaan bahwa Virus Corona dari Wuhan ini disebabkan oleh kegemaran orang di Wuhan mengkonsumsi daging kelelawar yang mereka percaya mampu menyembuhkan penyakit tertentu.

Pada saat ini ada ribuan orang terjangkit Virus berbahaya ini dan puluhan lainnya telah meninggal dunia, termasuk dari para ahli kesehatan di China yang telah rela mengorbakan jiwa mereka untuk merawat pasien mula-mula di ground zero. Mereka adalah pahlawan-pahlawan kesehatan. Virus ini mampu menginfeksi manusia dari level terendah seperti influenza biasa sampai ke tahap kronis seperti pneumonia yang mematikan.

Dugaan Virus Corona ini mampu bermutasi dan beradaptasi secara bertahap, membuat beberapa ahli kesehatan mulai mengkawatirkan adanya kemampuan pola penyebaran Virus ini. Pada awalnya Virus ini menjangkit antar kelelawar, yang kemudian mampu menjangkit ke manusia yang mengkonsumsi daging kelelawar yang terkontaminasi, tidak menutup kemungkinan dugaan Virus ini akan mampu bermutasi ke level yang lebih bahaya seperti penyebaran melalui udara, air, buah-buahan yang terkontaminasi, atau permukaan benda-benda hasil produksi yang telah terkontaminasi oleh operatornya, bahkan penyebaran melalui hewan seperti nyamuk, lalat, burung, ikan dan lainnya. Karena jenis seperti burung dan ikan mampu untuk bermigrasi didalam sebuah jarak tempuh yang jauh bahkan antar benua.

Yang terpenting pada saat ini adalah tidak panik, dan teruslah menjaga kebersihan lingkungan kita, menjauhi kerumunan dan keramaian, sering mencuci tangan, dan memakai masker dengan benar. Segeralah ke Dokter terdekat jika mengalami badan yang kurang enak.