Minggu ini setelah tersebar kabar bahwa Virus Corona (Covid-19) mulai terkendalikan penyebarannya, muncul beberapa update berita terbaru yang kurang mengembirakan tentang perkembangan mutasi dari Virus ini. Dalam beberapa hari terakhir tercatat beberapa episentrum baru seperti di Kapal Diamond Princess (Jepang), Kota Daegu (Korsel), dan di Italia. Pada saat ini tercatat ada lebih dari 29 negara telah melaporkan adanya Virus ini berhasil masuk dinegara mereka seperti Iran, Israel dan Arab Saudi.

Virus Covid-19 diduga telah bermutasi lagi setelah seorang wanita muda di China yang diduga kuat telah menularkan Virus ini kepada beberapa anggota keluarganya, dan wanita ini tidak menunjukan gejala terjangkit Virus Covid-19. Awalnya ketika wanita tersebut ditest dan dinyatakan negatif, namun pada test selanjutnya menunjukan dia positif. Hasil CT Thorac normal, tidak mengalami demam, tidak batuk dan pernafasan normal.

Ada satu pasien di daerah Chengdu, China yang dinyatakan telah sembuh, tetapi harus kembali ke rumah sakit karena kembali positif saat menjalani test disaat proses wajib karantina mandiri dirumah. Kasus seperti ini juga dilaporkan terjadi di beberapa daerah lainnya di China.

Lalu kenapa Virus ini terus bisa bermutasi? Walaupun dengan bermutasi tidak berarti Virus Corona ini akan menjadi lebih mematikan, tetapi proses mutasi ini menunjukan Virus Covid-19 mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Proses mutasi terjadi secara random, Virus yang berhasil bermutasi akan hidup, dan yang gagal akan mati.

Berdasarkan beberapa perkembangan di episentrum yang baru seperti di Chengdu (China) dan Kapan Diamond Princess (Jepang) , WHO menghimbau untuk proses observasi Covid-19 diperpanjang menjadi 28 hari. Pada saat ini tercatat hampir 80.000 orang terjangkit, 2360 orang telah dinyatakan meninggal dunia dan lebih dari 21.000 orang telah berhasil sembuh.