Ditengah pandemi Global Virus Covid-19 diseluruh dunia dengan lebih 2 juta orang terjangkit virus ini, angin segar berhembus dari beberapa negara yang sedang berlomba menciptakan Vaksin Virus Covid-19. Sedangkan di Indonesia sendiri juga mengembangkan riset rapid test sendiri untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi kasus Covid-19.

Beberapa jenis vaksin pada saat ini ternyata sudah diujicobakan dan setidaknya sudah melewati dua tahap uji coba. Jika harus mengikuti standar penelitian dan pengujian vaksin dari WHO, ada tiga tahap yang harus dilewati sebelum boleh diproduksi secara massal.

Tak hanya China, tetapi Israel, Amerika Serikat, Hong Kong, bahkan Indonesia juga melaporkan sedang berjuang keras untuk secepatnya bisa menemukan formula vaksin anti Virus Covid-19 ini.

Seorang peneliti dari China mengclaim telah melakukan uji klinis tahap kedua, Chen Wei telah menggunakan relawan sebanyak 500 orang. Penyuntikan pertama uji klinik tahap kedua itu sudah dilakukan pada tanggal 13 Apri, yang teermasuk didalamnya ada seorang kakek berumur 84 tahun. Sedang di Amerika Serikat pada saat ini masih menunggu hasil uji klinik tahap pertama. 

Di Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membentuk konsorsium untuk penanganan Covid-19, dengan sejumlah target jangka menengah panjang. Salah satu target utama adalah mencari dan mengembangkan obat dan vaksin.

Selain vaksin, konsorsium juga sedang melakukan riset terkait suplemen serta obat yang fungsinya untuk menjaga daya tahan tubuh dari terjangan virus corona. Salah satu yang diuji adalah pil kina karena memiliki kesamaan dengan Klorokuin.

Disamping itu konsorsium ini juga melakukan riset terkait mobile test kit Covid-19 yang setara dengan laboratorium Biosafety Level (BSL) 2. Mobile test kit ini diharapkan dapat mendukung pemeriksaan swab test dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Selain mobile test kit, juga sedang dilakukan riset terkait rapid test yang berbasis antigen. Dalam waktu 1-2 bulan ke depan, diperkirakan sudah bisa diproduksi sebanyak 100 ribu.