Rapid Test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi seseorang melalui sample darah yaitu Immunoglobulin M (IgM) dan Immunoglobulin G (IgG). Keduanya akan muncul kurang lebih 7 hingga 10 hari sebagai bentuk perlawanan tubuh ketika ada paparan Virus Corona, dalam hal ini virus SARS-CoV-2. Test ini hanya membutuhkan kurang lebih 10 sampai dengan 15 menit.
Bila hasil IgM dan IgG negatif berarti mungkin seseorang tidak terinfeksi, atau mungkin telah terinfeksi akan tetapi belum terbentuk kekebalan tubuh. Biasanya akan dilakukan cek ulang 7 hingga 10 hari kemudian.
Jika hasil IgM positif sedangkan IgG negatif, berarti seseorang kemungkinan sedang aktif terinfeksi.
Dan jika IgM dan IgG positif, seseorang kemungkinan sedang aktif terinfeksi, namun mulai didalam kondisi telah membaik.
Bila IgM negatif dan IgG positif, kemungkinan seseorang hampir atau telah sembuh sepenuhnya dari jangkitan Virus Covod-19.
Ketika dilakukan Rapid Test dan didapati seseorang positive terjangkit Virus Covid-19, maka akan dilakukan Test PCR, yang digunakan untuk memastikan apakah RNA SARS CoV2 ada didalam tubuh. Bila hasil PCR negatif, apapun hasil rapid test akan dianggap negatif. Dan sebaliknya jika hasilnya positive, maka akan terkonfirmasi seseorang telah terjangkit Virus Covid-19.
Rapid test memang bisa berperan sebagai langkah penyaringan awal untuk mempercepat deteksi infeksi Virus Covid-19, dan walaupun hasilnya tidak bisa menyimpukan 100% pasti diagnosa seseorang sudah terjangkit atau belum, akan tetapi Rapid Test sangat diperlukan karena Test PCR disetiap daerah sangat terbatas dan membutuhkan waktu lama. Untuk menegakkan sebuah diagnosa masih dibutuhkan beberapa test yang lain seperti X Ray Paru dan test darah lainnya.