Infeksi akibat terjangkit Covid-19 dapat menyebabkan komplikasi paru-paru, seperti Pneumonia, Gangguan Pernapasan Akut, juga Sepsis. Banyak kondisi yang memperparah kondisi Paru-Paru kita sehingga gagal berfungsi dengan baik bahkan sampai menimbulkan kematian.
Tingkat keparahan infeksi virus Covid-19 itu sendiri, apakah orang tersebut memiliki kasus ringan, atau parah. Kasus yang lebih ringan cenderung menyebabkan bekas luka yang bertahan lama di jaringan paru-paru. Jika pasien mempunyai penyakit penyerta (Komorbid), seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau penyakit jantung yang dapat meningkatkan risiko penyakit parah. Pasien dengan umur yang lebih tua juga lebih rentan untuk kasus COVID-19 yang parah. Jaringan paru-paru mereka mungkin kurang elastis dan kekebalan mungkin melemah karena usia lanjut.
Pemulihan pasien dan kesehatan paru-paru jangka panjang akan tergantung pada jenis perawatan apa yang mereka dapatkan, dan seberapa cepat pengobatan dilakukan. Dukungan tepat waktu di rumah sakit untuk pasien yang sakit parah dapat meminimalkan kerusakan paru-paru.
Terapi Obat, Nutrisi yang baik dan hidrasi yang cukup, dapat membantu pasien menghindari komplikasi lanjutan paska terinfeksi penyakit Covid-19. Besar kemungkinan paru-paru pasien dapat pulih, tetapi tidak dalam waktu singkat. Ada cedera awal pada paru-paru, diikuti dengan jaringan parut. Seiring waktu, jaringan akan sembuh, tetapi perlu waktu tiga bulan hingga satu tahun. Kondisi pasien dapet dibantu dengan Latihan Pernafasan secara teratur.
Cara lain yang bermanfaat untuk memulihkan kesehatan organ paru setelah sembuh dari Covid-19 adalah berolahraga, tetapi, pastikan kita melakukan olahraga sesuai kemampuan kita, jangan asal mengikuti tren yang di luar batas kemampuan tubuh menoleransi gerakan olahraga tersebut.
Untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan Dr. Lily Diana dari Rumah Sakit Pantai Kuala Lumpur, hubungi Customer Service di 0812 1551 5858 (Ibu Widi)