Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah kondisi di mana kelenjar prostat mengalami pembesaran yang bersifat non-kanker. Meskipun disebut “benign” atau jinak, pembesaran prostat dapat menyebabkan berbagai gejala yang memengaruhi kualitas hidup pria, terutama pada usia lanjut.

Berikut adalah beberapa informasi mengenai BPH:

Apa yang Menyebabkan BPH?

Pembesaran prostat terkait dengan perubahan hormon yang terjadi seiring penuaan. Hormon di dalam tubuh pria, seperti dihidrotestosteron (DHT), dapat merangsang pertumbuhan sel-sel prostat.

Gejala BPH:

  1. Sering Buang Air Kecil: Pria dengan BPH mungkin mengalami kebutuhan untuk buang air kecil lebih sering, terutama pada malam hari (nokturia).
  2. Urgensi Buang Air Kecil: Adanya dorongan mendesak untuk buang air kecil.
  3. Pembesaran Kandung Kemih: Prostat yang membesar dapat mempersempit uretra, menyebabkan pembesaran kandung kemih dan masalah buang air kecil.
  4. Aliran Air Kencing Lemah: Aliran air kencing yang lemah atau terputus-putus.
  5. Terasa Tidak Tuntas Setelah Buang Air Kecil: Pria dengan BPH mungkin merasa bahwa kandung kemih tidak sepenuhnya kosong setelah buang air kecil.

Diagnosa dan Pengobatan:

  1. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan: Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan pasien.
  2. Pemeriksaan Darah: Untuk mengevaluasi tingkat antigen spesifik prostat (PSA).
  3. Pemeriksaan Urin: Untuk memastikan tidak ada infeksi saluran kemih.
  4. USG atau Pemeriksaan lain: Untuk mengevaluasi ukuran prostat dan mengidentifikasi kelainan lainnya.

Pengobatan BPH:

  1. Perubahan gaya hidup: Modifikasi diet dan aktivitas fisik dapat membantu mengurangi gejala.
  2. Obat-obatan: Dokter dapat meresepkan obat-obatan seperti alpha-blockers atau inhibitor 5-alpha-reductase untuk mengurangi gejala.
  3. Prosedur Medis atau Bedah: Pilihan ini mungkin dipertimbangkan jika gejala parah dan tidak merespons pengobatan lainnya.

Penting untuk Diketahui:

Meskipun BPH tidak berkaitan dengan kanker, gejalanya dapat mirip dengan kanker prostat. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang tepat dan pengelolaan yang sesuai.

Pilihan pengobatan akan tergantung pada tingkat keparahan gejala dan kondisi kesehatan keseluruhan pasien. Jika Anda mengalami gejala BPH, segera konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi dan perawatan yang sesuai.