Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit infeksi langka yang disebabkan oleh virus monkeypox (mpox). Penyakit ini merupakan penyakit zoonosis, yang berarti menyebar dari hewan ke manusia. Penyakit cacar monyet memiliki gejala atau ciri-ciri yang serupa dengan cacar air, yaitu ruam atau bintil berair yang muncul di wajah, dada, hingga bagian dalam hidung dan mulut. Bedanya, monkeypox disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening, yang biasanya terjadi di rahang bawah, leher, dan selangkangan.

Penyakit tersebut menyebar dari orang ke orang melalui kontak erat dengan seseorang yang memiliki ruam (bintil-bintil merah pada kulit) cacar monyet, termasuk melalui kontak tatap muka, kulit ke kulit, mulut ke mulut atau mulut ke kulit, dan termasuk kontak seksual

Penyakit ini dapat menular ke manusia melalui kontak fisik dengan hewan terinfeksi. Hewan yang dimaksud biasanya hewan pengerat dan primata.

Tanda dan gejala cacar monyet

Gejala cacar monyet biasanya muncul 5–21 hari setelah seseorang terinfeksi. Berikut adalah gejala awal dari monkeypox.

  1. Demam.
  2. Letih atau lemas.
  3. Sakit tenggorokan.
  4. Sakit kepala.
  5. Menggigil.
  6. Nyeri otot.
  7. Pembengkakan kelenjar getah bening.

Gejala tersebut biasanya bertahan selama 1–3 hari atau lebih. Setelah itu akan mulai melihat ruam kulit di sekitar wajah yang kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh, termasuk anus. Meski tidak terasa nyeri, ruam ini bisa terasa gatal. Bentuk ruam yang muncul akan berkembang dari bintil biasa, kemudian bintil berisi cairan yang bisa membesar, lalu pecah dan berkerak.

Faktor risiko

Setiap orang yang belum pernah terinfeksi cacar monyet memiliki risiko mengalami penyakit ini. Namun, beberapa kondisi berikut bisa membuat Anda lebih berisiko mengalaminya.

  • Pernah melakukan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.
  • Melakukan perjalanan ke negara asal virus.
  • Merawat orang dengan virus monkeypox.
  • Melakukan penelitian terhadap virus.

Karena penyakit ini termasuk infeksi virus, seseorang dengan kekebalan tubuh rendah cenderung memiliki risiko yang lebih besar untuk terinfeksi.

Bagaimana Sih Pencegahan Cacar Monyet!

Pencegahan utama cacar monyet adalah menghindari kontak langsung dengan orang-orang yang sedang terinfeksi, atau hewan primata dan pengerat, seperti monyet dan tupai. Beberapa upaya pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah:

  • Menghindari berbagi alat makan atau menggunakan barang yang sama dengan orang yang terinfeksi mpox
  • Mencuci tangan dengan air dan sabun atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol secara berkala, terutama sebelum makan, menyentuh hidung maupun mata, atau membersihkan luka
  • Mendapatkan vaksin cacar monyet bila Anda tergolong orang yang berisiko tinggi terpapar monkeypox, misalnya petugas Kesehatan
  • Menggunakan sarung tangan ketika akan melakukan kontak dengan hewan peliharaan yang diduga terinfeksi cacar monyet, serta menghubungi dokter hewan dan tidak membiarkan hewan tersebut berkeliaran

Jika Anda, teman atau keluarga memiliki keluhan atau kekhawatiran lain terkait cacar monyet, jangan khawatir konsultasikanlah melalui kami :

Kantor Perwakilan Rs Singapore dan Malaysia 0817 0778 758