Virus Nipah adalah infeksi virus berbahaya yang bisa menyebabkan radang otak. Penularan virus Nipah terjadi dari hewan ke manusia. Sampai saat ini belum diketahui pengobatan yang efektif untuk infeksi virus ini.

Virus Nipah masuk dalam genus Henipavirus, sekelompok dengan virus Langya dan virus Hendra, yang juga menyerang hewan dan bisa menular ke manusia. Hewan yang menjadi pembawa pertama virus ini adalah kelelawar buah yang termasuk dalam famili Pteropodidae.

Penyebab dan Faktor Risiko Penularan Virus Nipah

  • Virus Nipah termasuk infeksi zoonosis, yang artinya menular dari hewan ke manusia. Awalnya, penularan virus Nipah terjadi dari kelelawar buah ke hewan-hewan peternakan, seperti babi. Namun, tidak hanya babi, beberapa hewan peternakan atau peliharaan lain, seperti kambing, kuda, anjing, atau bahkan kucing, juga bisa tertular dan akhirnya menularkan virus Nipah.
  • Penularan ke manusia bisa terjadi jika seseorang mengonsumsi hewan ternak yang terinfeksi atau terpapar cairan tubuh, seperti darah dan kotoran dari hewan yang terinfeksi. Selanjutnya, penularan antarmanusia bisa terjadi melalui kontak erat dengan cairan tubuh penderita, termasuk droplet, darah, dan urine.

Orang-orang yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi tertular virus Nipah adalah sebagai berikut:

  • Orang yang mengonsumsi cairan nira mentah dan belum difermentasi, makanan, atau buah, yang terkontaminasi virus Nipah
  • Orang yang baru saja bepergian ke daerah yang sedang mewabah virus Nipah
  • Orang yang terpapar cairan tubuh dari hewan atau orang lain yang terinfeksi, termasuk droplet yang dikeluarkan saat batuk atau bersin, darah, kotoran, urine, ataupun air liur
  • Orang yang melakukan kontak dekat dengan hewan atau orang lain yang terinfeksi virus Nipah, misalnya tenaga medis atau pekerja di pusat layanan kesehatan masyarakat
  • pekerja pemanjat pohon yang menjadi tempat kelelawar buah bertengger atau tinggal, misalnya pohon nira, juga diketahui berisiko tertular virus Nipah.

Adapun Gejala-gejala yang bisa muncul adalah sebagai berikut:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Sulit bernapas
  • Diare
  • Muntah

Sampai saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi virus Nipah, begitu pula vaksin untuk mencegah penyakit ini. Penanganan yang ada difokuskan untuk mengobati gejala, mencegah kekurangan cairan, dan membiarkan penderita untuk beristirahat.

Namun, ada beberapa obat yang dinilai berpotensi untuk digunakan dalam penanganan virus Nipah, yaitu imunoterapi dengan antibodi monoklonal, remdesivir,  dan ribavirin.

Meski belum ada laporan kasus infeksi virus Nipah di Indonesia, Anda tetap perlu waspada karena virus tergolong mudah menular dari hewan atau orang yang terinfeksi sehingga dianggap berpotensi menjadi pandemi. Sebisa mungkin, hindari kontak dengan hewan atau orang yang sakit, terutama di daerah tempat terjadinya wabah.

Apabila Anda pernah kontak dengan hewan atau orang yang diduga terinfeksi virus Nipah dan mengalami gejala demam, batuk, nyeri otot, sakit kepala, serta lemas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika anda ingin mendapatkan informasi tentang Virus Nipah dan membuat janji temu dengan Dokter  Segera hubungi Kantor Perwakilan Rumah Sakit Malaysia dan Singapore :

0878 0909 7979 / 085 2012 89999