
Begadang merupakan kegiatan yang dilakukan dengan mengurangi waktu tidur pada satu hari. Normalnya, orang dewasa memerlukan waktu tidur setidaknya 7 sampai 9 jam dalam sehari. Namun, orang yang begadang akan mengurangi waktu tidurnya menjadi kurang dari 6 jam atau bahkan tidak tidur sama sekali.
Gaya hidup, deadline pekerjaan, dan kondisi medis tertentu seringkali menyebabkan seseorang begadang atau tidak tidur hingga larut malam. Padahal, begadang memiliki efek yang tidak baik untuk kesehatan tubuh. Lantas, apa efek begadang bagi tubuh?
Jika sering dilakukan, begadang tentu berisiko menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan. Beberapa efek akibat sering begadang yang kerap kali dialami yaitu peningkatan berat badan, stres, penurunan konsentrasi, resiko diabetes, tekanan darah, kelainan hormone testoteron dan lain sebagainya.
Ada beberapa dampak buruk begadang yang penting untuk Anda ketahui. Anda dapat menyimak ulasan efek begadang selengkapnya berikut ini :
- Memicu Diabetes
Penyakit diabetes akan meningkat risikonya apabila Anda sering begadang dalam jangka waktu lama. Pasalnya, kurang tidur dalam kurun waktu 3 hari berturut-turut akan membuat metabolisme tubuh terganggu, salah satunya yaitu sekresi hormon insulin.
Apabila sekresi hormon insulin terganggu, kadar gula darah akan menumpuk dan memicu terjadinya penyakit diabetes.
2. Penurunan Produksi Hormon
Penurunan produksi hormon berbahaya bagi tubuh. Hormon yang bisa saja mengalami intensitas penurunan adalah hormon pertumbuhan maupun testosteron. Ketika seorang laki-laki kerap begadang, hormon testosteron yang mengalami penurunan bisa memacu kemunculan lemak, berkurangnya massa otot, osteoporosis, dan gampang lelah.
3. Munculnya Penyakit Serius
Begadang menjadi penyebab sejumlah masalah berbahaya bagi tubuh. Sejumlah penyakit yang dapat membahayakan tubuh karena begadang, yaitu: Stroke, Diabetes, Penyakit jantung, Serangan jantung, agal jantung, Peningkatan detak jantung; dan Tekanan darah tinggi
4. Memicu Obesitas
Kurang tidur membuat seseorang mengalami peningkatan berat badan. Hal tersebut tentu berisiko memicu terjadinya obesitas atau kelebihan berat badan.
Singkatnya, tidur merupakan waktu istirahat yang akan dimanfaatkan oleh tubuh untuk memulihkan energi serta memproduksi hormon tertentu. Contoh hormon yang diproduksi ketika tubuh sedang tidur adalah hormon pengatur rasa lapar dan kenyang yaitu hormon gherlin dan leptin. Ketika dipaksa untuk begadang, tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproduksi hormon tersebut. Akibatnya, tubuh akan mudah merasa lapar sehingga membuat konsumsi makanan tidak terjaga.
5. Menyebabkan Masalah Mental
Efek begadang berikutnya adalah dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah mental. Saat kurang tidur, tubuh akan lebih rentan mengalami stres. Lantaran, hormon kortisol yang memicu terjadinya stres akan diproduksi oleh tubuh dalam jumlah banyak ketika begadang.
Jika Anda mengalami gangguan tidur yang membuat waktu dan kualitas tidur Anda berkurang, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter
Kantor Perwakilan RS Singapore & Malaysia
085 2012 8 9999