Ratusan ekor ternak babi di Bali dilaporkan mati akibat terserang penyakit yang hingga kini masih disebut sebagai penyakit baru yang cukup ganas karena telah membuat ratusan babi mati dalam waktu singkat sejak awal Januari 2020 ini.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali telah mengambil sample penelitian di beberapa lokasi untuk diteliti di laboratorium serta menghimbau para peternak babi untuk tidak menggunakan pakan bekas limbah hotel atau restoran karena diduga menjadi pemicu munculnya wabah ini serta memusnahkan babi yang sudah mati dengan cara dibakar atau dikubur, juga melarang dengan keras agar babi yang mati karena terjangkit penyakit jangan dipotong untuk dikonsumsi manusia.
Saat ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali telah memetakan sebanyak 25 titik peternakan di Pulau Dewata yang berisiko tinggi terkena ancaman penularan virus dan jumlah ternak babi di daerah yang berisiko tinggi itu mencapai 10.002 ekor, dengan jumlah peternak 309 orang, dengan sementara jumlah total populasi babi di Bali mencapai 890 ribu ekor.
Peristiwa ini merupakan insiden kedua di Indonesia didalam kurun waktu 3 bulan sejak November 2019 adanya ratusan ternak babi yang mati karena virus kolera di Sumatera Utara.