Jenis terapi radiasi internal untuk kanker dengan menempatkan sumber radioaktif langsung di dalam atau di dekat tumor. Teknik ini memungkinkan dosis radiasi tinggi terfokus pada sel kanker, meminimalkan kerusakan jaringan sehat di sekitarnya. Umumnya digunakan untuk kanker serviks, prostat, payudara, dan kepala-leher.

Terdapat 2 metode yang dapat dilakukan dalam prosedur Brachytherapy yaitu:

1. Brachytherapy Permanen

Metode brakiterapi permanen merupakan implan yang dipasangkan di dalam tubuh pasien. Benih berisi radiasi yang ditinggalkan akan bekerja dan melepaskan radiasi sedikit demi sedikit sesuai dengan dosisnya. Dosis radiasi akan berkurang hingga habis dengan sendirinya, selama kurang lebih beberapa minggu atau bulan bergantung pada dosis radiasi yang dibutuhkan oleh pasien. 

2. Brachytherapy Sementara

Pada metode ini, implan akan ditanam dalam dosis tinggi langsung ke area sekitar sel tumor. Bahan radiasi yang dipasangkan dalam tubuh hanya dalam waktu sementara, yakni sekitar 20 menit saja. Namun diperlukan satu atau dua sesi sehari selama beberapa hari atau bergantung pada rekomendasi dokter.

Efek samping Brachytherapy pada umumnya tertuju pada area tubuh yang menjadi target radiasi. Efek samping lain yang mungkin dialami adalah perubahan tekstur pada kulit dan pembengkakan di area perawatan. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami pasien:

  • Mudah lelah.
  • Sakit kepala.
  • Sariawan.
  • Batuk.
  • Mual dan muntah.
  • Sembelit.
  • Diare.
  • Mengalami kerontokan rambut, jika brakiterapi dilakukan di area kepala.
  • Kesulitan menahan buang air kecil dan buang air besar.

Apabila Anda atau kerabat membutuhkan perawatan  Brachytherapy maupun Radioterapi eksternal, jangan ragu untuk berkonsultasi Dokter dan Segera hubungi Kantor Perwakilan Rumah Sakit Malaysia :

0878 0909 7979 / 085 2012 89999