Akhir-akhir ini banyak berita beredar di media sosial dikarenakan kekuatiran masyarakat terhadap dugaan penyebaran Virus Corona di Indonesia. Kekuatiran ini bukan tanpa sebab karena populasi Indonesia yang cukup besar (265 juta) dan diperkiraankan lebih dari 2 juta turis yang berasal dari China setiap tahunnya, tetapi pada saat ini masih mendeteksi 0 kasus.
Bahkan sebuah riset dari Universitas Harvard tengah jadi perbincangan. Menurut riset, mereka memperkirakan bahwa seharusnya Virus Corona (2019-nCoV) sudah masuk Indonesia, meski fakta dilapangan hingga kini belum ada satupun kasus yang terkonfirmasi positif. Sebagian menyebut alat deteksi virus corona baru belum dimiliki Indonesia.
Menanggapi hal ini, Kemenkes RI hari ini menegaskan bahwa saat ini Indonesia sudah memiliki alat yang mampu mendeteksi langsung virus corona baru yang awalnya mewabah di Wuhan. Alat ini mampu mendeteksi langsung 2019-nCoV dalam waktu lebih singkat dan akurat.
PCR yang baru yang juga digunakan oleh Singapore dan juga digunakan oleh Australia, juga digunakan oleh Pemerintah Indonesia, dimana didalam sistem PCR ini kita hanya dihadapkan pada pilihan nCoV atau bukan, sehingga pemeriksaannya bisa lebih cepat, satu hari selesai, dibandingkan dengan alat yang lama harus menunggu 3 hari.
Kemenkes juga memberikan update untuk 6 WNI yang dilaporkan kabur dari Singapura ke Indonesia melalu Batam adalah tidak benar, dan mereka sudah menjadi tes dan sudah dinyatakan bersih dari Virus Corona. Juga untuk WNI dari Wuhan yang saat ini berada di Pulau Natuna, semua didalam kondisi baik.
Kemenkes menambahkan kepada masyarakat untuk tidak panik tetapi bersama pemerintah menjaga kesehatan dan bertanggung jawab terhadap kebersihan diri masing-masing dan segera ke Dokter ketika sakit.