Upaya Pemerintah Indonesia untuk memulangkan 245 WNI yang berada di Wuhan berjalan dengan lancar. Sebanyak 238 WNI berhasil dievakuasi dan tiba kembali di Indonesia pada Hari Minggu pagi (02/02/2020). 3 dari 7 orang WNI yang rencana awalnya akan dievakuasi, dinyatakan tidak lolos oleh screening awal dari pihak otoritas kesehatan di China, 4 lainnya memutuskan tidak jadi pulang ke Tanah Air.

Atas permitaan dan persetujuan pihak otoritas di China, evakuasi 245 WNI hanya untuk WNI yang telah dinyatakan bebas dari Virus Corona dan dilakukan hanya sekali menggunakan pesawat dengan badan lebar yang mampu menampung 300 penumpang. Pesawat yang dipakai wajib mempunya ijin terbang dan landing di Wuhan. Itu sebabnya Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Maskapai Lion Group, yang dalam hal ini diwakili oleh Batik Air untuk menunaikan tugas mulia ini. Penerbangan akan ditempuh dalam kurang lebih 5 jam straight non transit.

WNI yang dievakuasi tidak langsung diterbangkan menuju Jakarta, tetapi untuk sementara dibawa ke kepulauaun Natuna untuk dikarantina dan dilakukan observasi kesehatan selama 14 hari. Setelah Pesawat Batik Air sampai di Bandara Hang Nadim Batam dan kemudian akan dilanjutkan oleh tiga pesawat milik TNI Angkatan Udara menuju Natuna.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bp. Muhadjir Effendy menyebutkan, penanganan WNI dari Wuhan yang dilakukan di Natuna bukan untuk mengasingkan mereka, melainkan akan menjalani observasi oleh tim kesehatan selama dua minggu yang akan dilakukan sesuai dengan standar badan kesehetan dunia, WHO.

Pada saat ini terdeteksi para WNI yang berhasil dipulangkan, berada dalam kondisi yang sehat, dengan demikian Pemerintah Republik Indonesia meminta masyarakat yang berada di Natuna dan seluruh Indonesia tidak khawatir akan terpapar virus corona jenis 2019-nCOV itu.