Setelah Singapura mencatatkan rekor harian untuk pertambahan jumlah penderita Virus Covid-19 yang hampir menyentuh 1.500 orang pada Senin kemarin (20/04), sehingga total penderita penyakit Covid-19 ini lebih dari 9.000 orang, pada hari ini (22/04) Pemerintah Singapura memperketat aturan Circuit Breaker (semi lockdown) dengan memberlakukan aturan ganjil genap berdasarkan nomor ID (KTP).

Aturan ini menggunakan 4 digit terakhir dari nomor ID untuk bisa keluar rumah dan berbelanja dipasar. Penduduk dengan angka terakhir genap hanya bisa kepasar dihari dengan tanggalan genap, dan penduduk dengan akhiran angka ganjil hanya bisa keluar untuk pergi kepasar di hari tanggalan ganjil. Disamping itu dilakukan juga pengurangan jumlah pedagang dipasar sehingga 15%.

Untuk manula yang membutuhkan bantuan, atau orang dengan disabilitas, diperbolehkan untuk ditemani anggota keluarga, akan tetapi salah satu dari mereka nomor ID nya harus memenuhi persyaratan sesuai dengan tanggalan hari tersebut. Mereka juga berkewajiban untuk menulis dengan siapa saja mereka bertemu hari itu, untuk memudahkan contact tracing dari pemerintah ketika dibutuhkan.

Mulai hari ini setiap hair salon dan barbershop tidak diperbolehkan untuk berbisnis. Hanya toko toko yang bertujuan menjual kebutuhan sehari hari yang masih boleh untuk beroperasi. Sedangkan untuk laundry service, pet supplies shop, dan retail shop yang lain hanya boleh menjalankan bisnis mereka secara online.

PM Lee melakukan media press kemarin sore dan mengumumkan Pemerintah Singapura melanjutkan Circuit Breaker untuk tambahan satu bulan kedepan sampai bulan Juni 2020. Diharapkan pembatasan ini akan berguna untuk melawan penyebaran Virus Covid-19 di Singapura.