Terjadi banyak kehebohan tentang Virus Corona (Covid-19) ketika saat ini sudah ada 104 negara melaporkan adanya jangkitan Virus ini dinegara mereka dan lebih dari 100 ribu orang terjangkit di seluruh dunia.

Banyak kekuatiran tentang bagaimana cara virus ini menular, dan jika virus berada di udara atau permukaan benda berapa lama ia akan bertahan sampai akhirnya berpotensi menempel ke manusia?

Berdasarkan informasi yang sudah terkumpulkan dari bebagai wilayah didunia tentang Virus Covid-19, para ahli meyakini bahwa virus ini tidak menular atau masih belum mempunyai kemampuan untuk menular melalui udara seperti virus flu pada umumnya, tetapi proses penyebarannya adalah dari manusia ke manusia melalui sebuah tetesan yang biasa terjadi ketika kita batuk atau bersin, atau kontak dengan feses dari orang yang terinfeksi juga dapat menularkan virus tersebut.

Dugaan ini dikuatkan dengan beberapa bukti seperti halnya 2 orang WNI di Bekasi yang terjangkit virus ini oleh seorang WN Jepang, kalau virus ini mudah ditularkan seperti virus flu pada umumnya, maka semua orang didalam pesawat yang membawa WN Jepang tersebut akan terjangkit tetapi tidak didalam halnya kasus ini.

Secara teori Virus Covid-19 tidak mampu untuk meresap kedalam kulit, dan hanya menjangkit jika kita terpapar tetesan dari penderita dan menempelkannya ke muka kita sendiri, mulut, hidung, atau mata. Sampai saat ini tidak dikeahui pasti berapa lama Covid-19 mampu bertahan hidup diluar inang, tetapi dari beberapa jenis virus lain sejenisnya kemungkinan bisa bertahan antara 2 jam sampai maksimal beberapa hari saja.

Jadi penting diperhatikan bahwa tidak perlu untuk panik secara berlebih tetapi selalulah bertanggung jawab atas kesehatan dan kebersihan diri sendiri. Pakailah masker jika sakit, masker tidak diperlukan ketika kita sehat. Seringlah mencuci tangan dan jauhi kerumunan orang tertutama jika ada yang sakit dan demam. Segeralah ke Dokter jika merasakan badan tidak enak, batuk, flu atau demam disertai sesak nafas.